Selasa, 26 Mei 2015

hukum ohm

assalammualaikum,,

PRAKTIKUM I
HUKUM OHM

I.                  Tujuan Praktikum

·         Mempelajari hubungan arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan listrik yang lebih dikenal dengan Hukum Ohm.
·         Mengukur dan menghitung untuk mengetahui nnilai hambatan, arus dan tegangan dengan hukum Ohm


II.               Teori Dasar
Ohm diambil dari nama tokoh fisika George Simon Ohm. Dia merupakan ilmuan yang berhasil menentukan hubungan antara beda potensial dengan arus listrik. Selain tiu dia juga menenmukan bahwa perbandingan antara beda potensial di suatu beban listrik dengan arus yang mengalir pada beban listrik tersebut menghasilkan angka yang konstan. Konstanta ini kemudian di kenal dengan Hambatan listrik (R). Untuk menghargai jasanya maka satuan Hambatan listrik adalah Ohm (Ω).
Tetapi secara garis besar semuanya hampir sama, dari hasil semedi sambil membaca buku fisika penulis dapat merangkum ada 2 bunyi hukum Ohm yaitu :
  1. Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial (Tegangan). Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau sebenarnya kedua secara konsep berbeda. Secara matematika di tuliskan I ∞ V atau V ∞ I, Untuk menghilangkan kesebandingan ini maka perlu ditambahkan sebuah konstanta yang kemudian di kenal dengan Hambatan (R) sehingga persamaannya menjadi V = I.R. Dimana V adalah tegangan (volt), I adalah kuat arus (A) dan R adalah hambatan (Ohm).
  2. Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan konstan yang disebut hambatan listrik. Secara matematika di tuliskan V/I = R atau dituliskan V = I.R.
Keduanya menghasilkan persamaan yang sama, tinggal anda menyukai dan menyakini yang mana silakan pilih saja karena keduanya benar dan ada buku literaturnya.
Fungsi utama hukum Ohm adalah digunakan untuk mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus serta dapat digunakan untuk menentukan suatu hambatan beban listrik tanpa menggunakan Ohmmeter. Kesimpulan akhir hukum Ohm adalah semakin besar sumber tegangan maka semakin besar arus yang dihasilkan. Kemudian konsep yang sering salah pada siswa adalah hambatan listrik dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik. Konsep ini salah, besar kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang, luas penampang dan jenis bahan.
III.           Alat dan Bahan.

·         Power Supply DC ( Vs = 5 volt )
·         Bread Broad
·         Multimeter Digital
·         Resistor :
Ø  R1       : Merah Ungu Jingga Emas = 27 kΩ
Ø  R2       : Abu-abu Merah Emas Emas = 8,2 Ω
Ø  R3       : Hijau Biru Kuning Emas = 560 kΩ
·         Jumper

IV.           Langkah Kerja

v  Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
v  Susunlah rangkaian seperti gambar pertama dibawah ini

 
v  Ukur dan  Hitung Nilai resistansi tahanan dengan multimeter
v  Ukur dan Hitung hingga tiga resistor
v  Setelah selesai gambar pertama, susunlah rangkaian seperti gambar kedua

v  Setelah terangkai, nyalakan Power supply
v  Hitung arus dan tegangan pada rangkaian
v  Untuk mengukur tegangan pada R1, hubungkan kedua probe multimeter pada kedua kaki resistor secara paralel. Kemudian baca nilai yang di tunjukkan oleh multimeter.
v  Untuk pengukuran arus, hubungkan multimeter dengan resistor secara seri, kemudian baca nilai yang ditunjukkan oleh multimeter.
v  Ulangi percobaan di atas dengan nilai resistor yang berbeda-beda.
v  Tulislah hasil percobaan dengan tabel
v  Buat analisa data
v  Buat kesimpulan dari hasil percobaan tersebut

V.              Gambar Rangkaian

gambar rangkaian 1

Gambar rangkaian 2

VI.           Data

Ø  Data Gambar 1

KOMPONEN
Nilai Tahanan
Ukur
Hitung
R1 : merah ungu jingga emas
26.870Ω
27000 Ω
R2 : abu-abu merah emas emas
8,3 Ω
8,2 Ω
R3 : hijau biru kuning emas
558000 Ω
560000 Ω


Ø  Data Gambar 2

Komponen

Nilai I

Nilai VR

Ukur

Hitung

Ukur

Hitung
R1 : merah ungu jingga emas

185,629A

0,000185A

5V

4,995V
R2 : abu-abu merah emas emas

609,757A

0,6A

5V

4,92V
R3 : hijau biru kuning emas

7,99A

0.0000089A

5V

4,984V


VII.       Analisa Data


Gambar 1

R1 = Merah Ungu Jingga Emas
            2          7       ±5%    = 27000Ω ±5%   
R2 = Abu-abu Merah Emas Emas
                  8          2      x0,1  ±5%    = 8,2Ω ±5%   
R3 = Hijau Biru Kuning Emas
           5        6       x   ±5%    = 560000 ±5%   
 
                       



Gambar 2.
                       
V = R . I
I =
                                       I =                            I =
I =                                    I =                           I =
  = 1,85 X                          I = 0,6 A                     I = 0,0000089A
  = 0,000185 A

VR1 =I1 x  R1                                                VR2 = I2 x R2                                    VR3 = I3 x R3
        = 0,000185 x 27000                            = 0,6 x 8,2                                = 0,0000089 x 560000
         = 4,995 V                                           = 4,92 V                                   = 4,984 V
VII.          Kesimpulan
·       Dari praktikum yang saya lakukan pada gambar 2 Semakin besar nilai hambatan, semakin besar pula nilai tegangan yang dihasilkan
·         Semakin besar nilai hambatan semakin kecil nilai arus yang mengalir karena R berbanding terbalik dengan I
·         Nilai R dan I berbanding lurus dengan Nilai V

VIII.       Refferensi
§  Software Multisim 10
§  Nur Yanti ST.MT.Diktat Rangkaian Listrik Dasar, 2012, Politeknik Negeri Balikpapan, Bab I Hukum Ohm Hal 5